Siang Yang Mendung

Dear diary…

Entah kenapa perasaan itu timbul lg , entah sejak kapan aku menyukainya lagi, tapi kenapa aku baru sadar ? padahal sebelumnya aku sudah berjanji untuk setia dengan pacarku. Tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri . sejak tadi aku memperhatikannya, melihatnya, dan merasakan jantungku mulai berdegup cepat saat aku berbicara dengannya . tuhannn , bantu aku.

Kejadian siang tadi mulai terbayang-bayang lagi dipikiran Safta…

” jadi gimana dan ? kita jadi latihan kan ?” tanyaku kepada dani

” ehm , kamu capek ya ?”

Aku tak menjawabnya , aku hanya diam , bersikap tenang walau sebenarnya tak bisa.

” ehm iya kita jadi , kamu langsung aja ke aula , ajak anak lain , sementara aku nunggu disini, aku masih harus menyelesaikan tugasku ” katanya setelah itu , ” dan aku janji aku bakal datang”

Secepatnya aku pergi dari situ , rasanya tak ingin memperpanjang obrolan itu

Kamu itu udah punya pacar ta, gaboleh jadi playgirl ! bisikku dalam hati

Aku langsung pergi ke aula bersama teman-temanku untuk latihan performace kami besok . aula masih sepi banget , kalau gini sih keadaanya agak serem , belum lagi ditambah suara gema kami , yang menurutku tambah menambah suasana serem disini , dalam hatiku aku ingin dani segera datang , entah kenapa melihatnya aku yakin bisa lebih sedikit tenang tapi, aku juga ingin segera pulang.

“yeeee” aku dan teman-teman kelasku berteriak, akhirnya performance kami selesai juga dengan sukses, diiringi tepuk tangan oleh para siswa-siswi lainya. Setelah selesai, kami langsung beres-beres di aula, dani meminta tolong padaku,

“safta , bisa tolong bawain jaket aku ke kelas gak ? soalnya aku mau ngembaliin speaker ini dulu keruang musik “

” ehm , oke ” langsung saja aku ngambil jaketnya dana , entah kenapa aku seneng banget saat itu .

Pulang sekolah, aku diajak temen satu kelompok aku untuk nyelesaiin tugas kewirausahaan, rasanya males banget tapi ya mau gimana lgi , mau gak mau aku harus ikut daripada nanti gak dapet nilai. Dengan terpaksa aku berjalan menyusuri tangga asrama, lalu menemui madhan dan pita, mereka adalah partnerku. Kami berencana membuat vas bunga dari sampah bekas, untunglah aku hanya mendapatkan tugas untuk memotong bungkusnya saja. Baru setengah jalan , tiba-tiba kami merasakan tetesan air membasahi kepala dan wajah kami. Tidakkkkk! kenapa harus hujan. Pekikku dalam hati. Jadi kami akhirnya pergi ke kantin dekat sekolah untuk berteduh, sekalian makan malam.

Ditengah-tengah makan malam kami , Dita sahabatku ikutan nimbrung bersama kami. Kami pun bercerita-cerita,

” Saf , Fahri love you so much” kata Dita.

Loh? Ni anak kenapa? Kok tiba-tiba ngomong gitu ? tanyaku dalam hati.

” enggak, tapi love you so big fit” tib-tiba madhan ikutan bilang gitu.

“haha, aminnn” kataku akhirnya, ada rasa seneng sih waktu mereka bilang gitu ” eh, kamu kok bisa ngomong gitu Dit?” tanyaku heran

” ya iyalah, asal kamu tau ya fit, sepupu aku yang sekelas sama Fahri bilang gitu sama aku, terus mereka juga bilang, dulu Fahri itu kalau udah dapet cewek , bakal ditelantarinnya aja, tapi enggak kan sama kamu”

” iya Saf,kalo dia lagi main kerumah aku. Dia bakal ngomongin kamu terus ” madhan ikutan lagi

” hah ? kalian serius, aku gak nyangka !” kataku, ada rasa seneng, kagum, terharu, terus heran juga. Tiba-tiba saja sosok dani melintas di bayanganku. Apa yang udah aku lakuin? Aku harusnya bersyukur udah punya Fahri , tapi kenapa aku malah suka sama dani. Aku gak boleh gini !

Sampai di rumah , kalimat tadi masih tergiang-giang di telingaku

” Saf !” panggil Dita

” kenapa?”

” aku iri sama kamu , kamu beruntung , pertahankan hubungan kamu sama Fahri ya ” katanya sambil tersenyum , lalu menghilang di balik pintu rumahnya yang berada tepat disamping rumahku.

“pasti” kataku sambil melihat sosok Dita, yang memungguiku.

Entah, rasanya sakit banget waktu tau Fahri udah pulang duluan. Padahal dia kan udah janji mau belajar bareng . Tega banget sih Fahri umpatku dalam hati. Atau jangan-jangan dia cemburu ? astaga aku baru sadar kalau Fahri itu gak suka aku deket-deket sama Raka. Bodoh banget sih ta, masa kamu gak bisa liat raut wajahnya waktu tadi kamu jalan berdua ke kantin bareng Raka. Pantesan dia pulang. Argghhh !

” Safta ! kamu kenapa belum tidur ? besok kamu kan harus sekolah nanti kesiangan ” kata mama yang membuyarkan lamunanku tentang kejadian siang tadi.

” iya ma ini udah mau tidur kok ” jawabku sambil menutup buku diary ku.

Semoga pas aku bangun nanti semuanya udah baik-baik aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s