Rintik-rintik Hujan #Part 1

Image

Bintang kehidupanku telah redup, cahaya nya bagai pelita yg hampir mati dan harapan akan kehadiran mu terkubur dalam penantian tak bertepi.

Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat keluar pintu, seseorang yang kukenal berjalan di koridor kantor guru dengan tas punggung dibelakangnya.

“ ra , mau kemana ?” seseorang dibelakangku  memanggil anak itu, membuat respon menoleh dari anak itu.

“ check up “ sahutnya sambil terenyum kepada Dita.

“ Oh, hati-hati ya “

“ Iya “ Rara mengedipkan mata, sambil mengacungkan jari jempolnya.

Pulang- pergi ke Jakarta untuk check-up sudah menjdi rutinitas Rara sejak dia divonis menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang kurang beruntung karena dipaksa berteman dengan salah satu penyakit mematikan, tumor.  

“ kasian ya rara “ sahut Dita tiba-tiba dengan wajah setengah iba

“ iya Dit, orang baik kayak gitu ada aja cobannya “ sambung ku tiba-tiba.

Hening sejenak diantara kami, tenggelam didalam fikiran masing-masing. Dulunya aku sempat berfikir bahwa Rara itu adalah cewek paling sempurna yang pernah ku lihat. Cantik, pintar, selalu menjadi kebanggaan sekolah , dan berasal dari keluarga yang berada. Belum lagi, kepopularitasannya membuat cowok-cowok satu SMA tunduk padannya. Termasuk Randy, seorang kapten basket yang menjadi pujaan kaum hawa satu sekolah rela melakukan apa saja agar cintannya diterima oleh Rara, hingga akhirnya berita hubungan mereka tersebar dan membuat satu sekolah gempar.

“ ohya Sel, aku boleh tanya sesuatu sama kamu ?” tiba-tiba suara Dita memecah lamunanku

“ kenapa ?”

“ kamu lagi deket sama Randy “

Deg ! Pertanyaan itu sontak membuatku terdiam. Darimana Dita tau ?

“ Kemarin pas aku lewat toilet cowok, Randy sempet nyebut nama kamu  gitu. Yaa aku curiga aja kalo kamu  ada hubungan khusus sama dia “ Lanjut Dita seakan bisa membaca pikiranku.

“ kamu salah denger aja kali, gak mungkinlah. Kan kamu tau juga kalo Randi itu pacarnya Rara. Gak mungkin lah aku tega ngambil Randy dari Rara “ jelas ku panjang lebar.

“ ohh, bagus deh kalo gitu. Ohya Aku ke kantin dulu ya “ respon Dita mengangguk sambil pamit pergi ke kantin.

“ Gak boleh ada yang tau soal ini “ kataku lebih kepada diriku sendiri. Tiba-tiba Handphone ku bergetar. Aku menatap layar handphone ku dan melihat nama yang tertera disitu.

Randy

Pulang sekolah nanti aku bakal kerumh kamu, sekalian ngambil Laptop aku yang ketinggalan.

Nama Randy dan Rara kembali menari-nari difikiranku. Apa aku salah suka dengan Randy ? bukankah perasaan itu datang dengan sendirinnya tanpa dipaksakan ? bukannya setiap orang punya hak untuk menyukai dan disukai ?

*

                Suara klakson motor memaanggilku untuk melihat siapa pemilik motor tersebut. Tak salah lagi, yang datang adalah Randy. Ternyata dia memang menepati  janjinnya untuk datang kerumahku. Aku membukakan pagar dan menyuruhnya masuk.

“  Mau minum apa ?” tanyaku pada Randy

“  gak usah repot –repot , aku cuma mau ngambil laptop aja kok Sel “

“ Yaudah tunggu bentar ya” aku bersegara pergi ke kamarku untuk mengambil laptop Randy yang tertinggal.  Tak sengaja aku menjatuhkan sebuah surat, penasaran dengan isinya akhirnya aku membuka surat itu dan membacanya.

………. aku gak bisa lagi nyembunyiin perasaan ini dari kamu Sel, aku sayang kamu.

Bagian akhir surat itu benar-benar membuatku membeku. Aku tak tahu harus berbuat apa, aku tak tahu harus menjawab apa.

“ aku harus menanyakan maksud surat ini dengan Randy “ Dengan cepat aku menuruni tangga dan menemui Randy yang sedang duduk di  Sofa ruang tamu.

“ Ran, maksud surat ini apa ?” desakku pada Randy sambil memegang surat tersebut dan menghadapkannya ke randy. Randy berdiri sejenak memandangku , meghela nafas lalu tersenyum.

“ Seperti yang udah kamu liat Sel, aku gak bisa terus-menerus bohong sama perasaan ini, sejak mos tahun lalu, sejak kamu mukul tangan aku, sejak kamu marah-marah sama aku, aku udah ngerasain feeling yang beda  kamu. Dan sampai saat ini, perasaan itu masih tetep sama dan gak akan pernah berubah “ jawab Randy sambil menatap mataku dalam-dalam.

“ Tapi Ran, kamu itu udah punya Rara. Walau aku juga sebenarnya punya perasaan yang sama, tapi aku gak bakal setega itu sama Rara. Belum lagi tanggapan anak-anak lain kalo tau kita jadian “

“ Ssssttt, Andai kamu tahu yang terjadi sebenernya Sel. Aku ga bener-bener cinta sama Rara. Mamanya yang nyuruh aku buat nembak Rara sel. Waktu itu aku kasihan sama dia gara-gara penyakitnya.

” Tapi ren …..”

Sel aku tahu ini bukan cara yang baik , tapi ini satu-satunya jalan, Backstreet”

To be continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s