Rintik-rintik Hujan # Part 2

Image

Ada dunia di sekelilingku. Ada kamu di sampingku. Namun rasanya , aku seperti mendamba rasa sendiri itu

Entah kata apa yang aku katakan pada Randy kemarin. Aku tahu ini adalah kesalahan, tapi aku juga tak bisa memendamnya. Kini aku adalah pacarnya Randy, pacar rahasia Randy tepatnya. Bagaimana ya perasaan Rara jika dia tahu hal ini ?

“ Sella ..”

Deg ! Suara itu …?

“ Sel … itu kamu kan ?” suara itu memanggilku sekali lagi

“ ehh, kamu ra . apa kabar ? “ jawabku pada Rara. Tak bisa kupungkiri, raut wajahku memang sangat gugup sekarang. Apalagi setelah kejadian kemarin bersama Randy. Aku jadi tak berani bertemu dengan Rara.

“ Baik kok . Kamu kenapa Sel, kok gugup gitu ?

“ emang aku gugup ? enggak kok. Ehm , ngomong-ngomong kamu kenapa manggil aku Ra ?” jawabku sesantai mungkin sambil tersenyum padanya.

“ Gini Sel, kamu satu kelas sama Randy kan ? aku mau titip ini sama kamu “ kata Rara sambil menyodorkan sebuah kado dengan kotak berbentuk love padaku.

“ Itu kado anniversary kami, sekarang aku lagi buru-buru mau ke bandara. Aku takut aja ga sempet ngasihin itu. Kebetulan banget aku ketemu kamu Sel. Kamu mau kan bantu aku ? “ tambah Rara panjang lebar.

“ Oh iya tenang aja, pasti aku kasihin kok “ jawabku sambil menerima kado itu.

“ makasih banyak ya Sel. Kamu baik banget. Yaudah kalo gitu aku pamit dulu, taku ketinggalan pesawat hehe “

Ra, apa kamu bakal tetep bilang aku baik banget setelah kamu tau yang tau sebenernya ? aku terdiam sejenak. Membayangkan yang akan terjadi jika Rara tau yang sebenernya.

*

“ Ran , ni dari Rara “

Randy mengambil kado itu namun tak memperhatikannya, pandangan matanya malah beralih padaku.

“ Nanti pulang sekolah bareng ya, aku tunggu kamu di depan gerbang “ Randy langsung pergi meninggalkanku setelah mengucapkan kalimat itu.

Dia mau ngapain ?  tanyaku pada diriku sendiri.

*

Pulang sekolah aku langsung menemui Randy. Suasana parkir motor udah sepi, beruntung hari ini adalah hari piket ku. Jadi aku bisa berlama-lama dikelasku dulu sambil menunggu siswa-siswa pulang, agar tak banyak yang melihatku bersama Randy.

“ Randy, kamu mau ngomong apa ?” tegurku pada Randi yang sedang duduk dimotornya dengan posisi membelakangiku.

“ Eh , kamu udah disini Sel . ehm, kayaknya gak usah disini deh ngomongnya. Gak enak dilihat orang. Ikut aku yuk “ jawab Randy sambil memberikan sebuah helm padaku. Aku mengangguk dan menerima ajakannya. Randy ternyata membawaku  ke salah satu restaurant di Mall of Indonesia.

“ Kamu mau pesen apa Sel ?” tanya Randy sambil mengacungkan tangannya untuk memanggil pelayan restaurant tersebut.

“ Sama kayak kamu aja “

“ yakin ?”

“ iya “

“ mbak, Spaghetty sama cappucinno nya dua ya “ kata Randy pada pelayan itu sambil menutup buku menunya.

“ jadi kamu mau ngomong apa Ran “ aku memulai percakapan ini. “ apa ini ada hubungannya sama kado dari Rara ? kalo memang iya, aku sebenernya gak papa kok ran. Aku bisa ngertiin semuannya, kamu gak perlu khawatir aku mikir yang enggak-enggak “  tambah ku .

“ Bukan Sel, ini buka soal kado itu, ini tentang kondisi Rara “

“ Kondisi Rara ? emang Rara kenapa ran ?”

“ dia……. “

To be continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s