Rintik-rintik hujan # Part 3

Image

Cinta seperti penyair berdarah dingin
Yang pandai menorehkan luka,
Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya

“ Dia gak bakal bertahan lama lagi Sel “ kata Randy menundukkan wajahnya

“ maksud kamu ?” kataku sambil memandangi wajahnya Randy yang terlihat sangat sedih

“ Tadi pagi mamanya Rara nelpon aku, dia bilang tumornya Rara udah menyebar ke hampir seluruh bagian otaknya. Dan dokter memvonis umur Rara tak lebih dari satu bulan lagi”

Aku hampir tak percaya dengan apa yang Randy katakan, aku menutup mulutku dengan tanganku mencoba berbicara sesuatu tapi tak bisa. Tubuhku lemas, aku bisa merasakannya. Tak lebih dari satu bulan lagi ?

 Sel aku sebenernya gak mau bilang ini ke kamu, tapi aku fikir kamu harus tau semuannya. Dan aku juga harap untuk beberapa hari kedepan kamu bisa ngerti keadaan aku. Kalau nanti ku lebih deket dan lebih memperhatiin Rara daripada kamu,  bukan berarti aku lebih sayang dengan Rara daripada kamu. Satu hal yang harus kamu tahu Sel…” Aku menunggu kalimat selanjutnya, dengan perasaan yang sudah bercampur aduk.

“ kamu akan jadi yang pertama dan yang terakhir buat aku “ lanjut Randy dengan menggenggam tanganku lembut  “ aku janji gak akan ninggalin kamu “

Hening diantara kami. Aku merasa ini sudah terlalu jauh, ingin sekali menghentikan semua ini, namun rasa cinta ini telah menjdi tembok yang sangat kuat yang menghalangiku unuk mengataknnya. Aku seperti telah terhipnotis oleh perasaan ini. Mataku menghangat , air mata jatu dari pelupuk mataku.

Andai kamu tahun ran, betapa sakitnya ketika harus mencintai dan menjauhi orang yang sama dalam waktu yang sama. Itu yang aku rasain.

*

Hari demi hari kulewati dengan sepi, sesekali Randy melirikku dari kejauhan, lalu kembali memperhatikan Rara. Rindu ini semakin menjadi-jadi, cemburu ini pun semakin menguras hati. Egoiskah aku jika aku membenci Rara dalam kondisi seperti ini ?

“ Sel, sendirian aja ?” tiba-tiba suara itu memecahkan lamunanku

“ eh kamu Dik ? iya sendirian aja. Kamu ?” tanyaku balik pada Dika, Dia adalah salah satu partnerku untuk project citizen selama lebih dari 1 semester ini.

“ emang kamu liat ada orang disamping aku ?” jawab dika dengan senyum yang tersungging di bibirnya.

“ hemmmm, enggak “ jawabku sambil menggelengkan kepalaku.

“ Kalo sekarang gimana ? “ tiba-tiba Dika memindahkan posisinya, dan duduk disampingku.

“ haha, kamu ada-ada aja sih Dik ” tawaku pada Dika , yang juga dibalas dengan tertawa.

“ ngomong-ngomong kamu ngapain sendirian disini ?” tanya Dika padaku

“ nyari angin aja, disini adem sih “

“ gara- gara ada aku makanya adem “ kata Dika sambil tersenyum jahil padaku.

“ Pede banget sih ! “ jawabku sambil menyikut Dika dan tertawa renyah.

“ Ini namanya bukan pede , tapi kenyataan “ timpal Dika yang membuatku tambah tertawa.

Dari jauh, Randy memperhatikan kami dengan wajah datar. Apa dia cemburu ?

*

Benar saja, Randy menarikku tiba-tiba saat aku berjalan di koridor saat ingin pulang.

“ Kamu ada hubungan apa sama Dika ?” Randy langsung menyodorkan pertanyaan itu padaku.

“ Gak ada apa-apa “ jawabku cuek

“ Sel, kamu gak tau seberapa cemburunya aku waktu ngeliat kamu berduaan sama Dika ?”

Kamu yang gak tau seberapa cemburunya aku waktu ngeliat kamu sama Rara? “ Apa yang mesti dicemburuin Ran ?”

“ Sel, aku tau akhir-akhir ini aku selalu sama Rara, tapi kamu harus selalu inget kata bahwa kamu satu-satunya cewek yng aku sayang . Ini case nya beda Sel, aku ngelakuin itu sama Rara Cuma karna akau kasian sama dia. Apa kamu gak kasian ?  umur dia gak sampai 1 bulan lagi Sel “

“ Ran , Cuma gara-gara itu, bukan berarti kamu punya hak buat ngelarang aku untuk berteman sama Dika. Kami Cuma temen kok. That’s it !” emosi mulai menyelimutiku sekarang.

To be continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s